Gambar Unggulan

5 Kesalahan Tata Bahasa yang Harus Dihindari Penulis

Ikon Tampilan 2000 Tayangan Ikon Baca 9 Mins To Read Ikon Kategori Kategori: Tips Menulis Konten Ikon Tanggal 20-Agustus-2021

Orang-orang yang ingin unggul dalam bidang kepenulisan dan berencana untuk menekuninya sebagai profesi harus memiliki pemahaman yang kuat tentang tata bahasa dan memahami aturan untuk membuat konten yang menarik. Orang-orang yang tidak memiliki atribut ini merasa kesulitan dalam menulis konten yang dapat menginspirasi pembaca. Menjadi bukan penutur asli bahasa Inggris adalah salah satu alasan terbesar bagi kebanyakan orang. Menulis dalam bahasa kedua bukanlah tugas yang mudah, karena Anda harus tidak terbiasa dengan logika dan struktur bahasa tersebut untuk membuat artikel yang menginspirasi. Saat berbicara tentang kerumitan yang terkait dengan penulisan, ada beberapa kesalahan umum yang harus dihindari oleh penulis untuk membuat konten yang luar biasa dan menarik dengan mudah. ​​

 

Tidak Menyadari Aturan Tata Bahasa

 

Melakukan penelitian yang mendalam, memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang aturan tata bahasa, dan pemahaman yang tepat tentang topik yang Anda tulis adalah elemen inti yang membantu Anda menulis konten yang bermakna. Penulis yang tidak memiliki informasi yang memadai tentang topik tersebut mengulang data, dan oleh karena itu, mereka tidak dapat mengesankan pembaca. Demikian pula, kurangnya pengetahuan tentang aturan tata bahasa akan menimbulkan masalah, karena Anda tidak akan dapat menjelaskan ide atau teori Anda secara memadai. Namun, penelitian dan konsultasi yang dilakukan dengan baik dari para profesional dan guru dapat bermanfaat dalam memperoleh informasi yang tepat mengenai topik tersebut.

 

Struktur Kompleks

 

Struktur keseluruhan konten memainkan peran penting dalam meningkatkan keterbacaannya. Jika seorang penulis membuat konten hanya untuk menggambarkan keunggulannya atau kosakata di otaknya, ia tidak dapat menghasilkan konten yang menarik. Tujuan utama menulis seharusnya menyampaikan informasi kepada orang lain. Jika Anda hanya ingin memamerkan cengkeraman kuat Anda pada tata bahasa dengan menggunakan kata-kata yang kompleks dan ambigu yang sulit dipahami seseorang, percayalah, Anda mungkin tidak dapat melibatkan orang dengan konten Anda.

 

Penggunaan Koma yang Salah

 

Koma digunakan untuk menghubungkan atau menggabungkan dua atau beberapa kalimat, tetapi banyak orang di luar sana merasa ambigu saat menggunakannya secara memadai. Ketika Anda menggabungkan dua kalimat dengan koma alih-alih memisahkannya dengan konjungsi kolaboratif, itu adalah splice koma.

Menggunakan koma untuk menghubungkan dua kalimat independen sepenuhnya salah.

Menghubungkan dua kalimat independen bukanlah salah satu fungsi koma. Namun, Anda dapat menggunakan titik koma untuk menghubungkan dua kalimat yang berdiri sendiri, sama seperti menggunakan penghubung lain, misalnya, “dan,” “tetapi,” “jadi,” dll.

 

Which Vs. That

 

Salah satu kesalahan paling umum yang sering dilakukan penulis adalah penggunaan which dan that yang salah. Ketidaktahuan tentang aturan penggunaan which atau that adalah alasan utama di balik kesalahan ini. Sebagai penulis, Anda harus tahu bahwa Jika klausa tersebut tidak dapat disangkal valid terhadap makna kalimat, Anda akan menggunakan "that." Namun, jika Anda dapat menghilangkan klausa tersebut dan membiarkan makna kalimat tetap utuh, gunakan "which." Contoh berikut akan membantu Anda memahami perbedaan di antara keduanya.

Polisi menemukan mobil saya yang dicuri kemarin.

Mobil saya, yang dicuri kemarin, telah ditemukan oleh polisi.

Penting juga untuk disebutkan di sini bahwa menempatkan koma sebelum which adalah wajib. Namun, jangan menempatkan koma jika Anda memiliki frasa preposisional, seperti "in which." 

 

Anteseden Tidak Jelas

 

Anteseden adalah kata yang kita tempatkan sebelum kata ganti untuk meningkatkan pemahaman pembaca. Umumnya, penulis biasanya mengatur ulang kalimat dan membuatnya lebih mudah dibaca untuk menghindari kebingungan. Misalnya,

Salah: “Teman saya menemukan mobil itu, dan dia senang.”

Benar: “Teman saya senang ketika dia menemukan mobil itu.”

 

Intinya

 

Menulis tidak semudah kelihatannya dan memerlukan pemahaman yang baik tentang struktur dan aturan tata bahasa untuk membuat kalimat yang tepat. Ada banyak kesalahan yang sering dilakukan penulis, dan lima di antaranya dijelaskan di atas. Penulis juga dapat menggunakan pemeriksaan tata bahasa gratis daring untuk mengoreksi segala jenis kesalahan tata bahasa. Ini akan menguntungkan bagi semua orang yang ingin melanjutkan sebagai penulis profesional dan mencari cara untuk menghindari kesalahan tata bahasa tersebut.

 

id_IDIndonesian